Tokoh dan Penokohan

Tokoh dan Penokohan
1.     Tokoh
Tokoh merupakan pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin cerita, atau tokoh ialah pelaku dalam karya sastra. Tanpa tokoh alur tidak akan pernah sampai pada bagian akhir cerita.
Sama halnya dengan unsur plot dan pemplotan, tokoh dan penokohan merupakan unsur penting dalam karya naratif. Plot biasanya dipandang orang sebagai tulang punggung cerita, namun kita kita dapat juga mempersoalkan: siapa tokoh yang diceritakan, siapa yang melakukan sesuatu dan dikenai  sesuatu, yang dalam cerita sering disebut peristiwa dalam  plot, siapa pembuat konflik adalah bagian dari tokoh dan penokohan. Pembicaraan mengenai tokoh dengan segala perwatakan dengan berbagai citra dirinya, dalam banyak hal lebih menarik pehatian orang  daripada berurusan dengan pemplotannya. Namun, hal itu tidak dapat diabaikan begitu saja karena kejelasan  mengenai tokoh dan penokohan dalam banyak hal tergantung pada pemplotannya.
Jenis-jenis Tokoh
Tokoh ialah  pelaku dalam karya sastra. Dalam  karya sastra biasanya ada beberapa tokoh, namun  biasanya hanya ada satu tokoh utama. Tokoh  utama  ialah  tokoh yang sangat penting dalam  mengambil peranan dalam  karya sastra. Dua jenis tokoh adalah tokoh datar (flash character) dan tokoh bulat (round character).

1.    Ada tiga jenis tokoh bila dilihat dari sisi keterlibatannya dalam menggerakan alur, yaitu:
·        Tokoh sentral merupakan tokoh yang amat potensial menggerakan alur. Potensial → mempunyai potensi, dimana arti potensi adalah sesuatu yang dipandang dapat menghasilkan/ menguntungkan. Tokoh sentral merupakan pusat cerita, penyebab munculnya konflik.
·        Tokoh bawahan merupakan tokoh yang tidak begitu besar pengaruhnya terhadap prkembangan alur, walaupun ia terlibat juga dalam pengembangan alur itu.
·        Tokoh latar merupakan tokoh yang sama sekali tidak berpengaruh terhadap pengembangan alur. Kehadirannya hanyalah sebagai pelengkap latar, berfungsi menghidupkan latar.

Contoh
          “bangga banget dah  kalau Rini yang jadi pacar gua. Secara yaa gua cowok normal. Siapa yang kaga pengen jadi pacarnya mempunyai fisik lebih dari wow. Mulai dari wajah. Bulat beralaskan bedak dan blush on berwarna merah jingga yang selalu tampak natural dipipi kanannya. Alisnya yang sedikit tebal yang meruncing diujungnya. Bibirnya kecil mungil. Rambutnya sebahu lurus hitam dan berkilau layaknya bintang iklan shampo ternama. Belum lagi matanya. Bola matanya coklat. Bundar. Dengan bulu mata yang lentik. Unik”. Tak sadar kedatangan Dodi teman sebangkuku membuyarkan lamunanku. Eh namun tak lama Rini, si cantik dari kayangan muncul tiba tiba. Tak enaknya  ada Firman, anak basket yang terkenal playboy itu seolah jadi bodyguardnya. Yaiyalah lah wong pacarnya. Namun saat aku ketauan melihat Rini, ia nampak marah. Tapi angin segarnya, mata Rini melihatku dengan hiasan senyum tipis di bibirnya. Tampak indah. Ahh matilah aku!

Disini terdapat :
Tokoh sentral       : Aku sebagai penulis, Rini
Tokoh bawahan   : Firman
Tokoh latar          : Dodi


2.     Dilihat dari sifat tokoh, ada dua jenis tokoh, yaitu:

i)       Tokoh protagonis merupakan tokoh yang memperjuangkan kebenaran dan kejujuran, serta memiliki watak yang baik.
ii)    Tokoh antagonis merupakan tokoh yang melawan kebenaran dan kejujuran, serta memilki watak yang jelek. (Ingat protagonis tidak selalu berwatak jahat)

3.     Tokoh juga terdiri atas beberapa jenis, yaitu :

1)    Tokoh utama ialah tokoh yang sangat penting dalam mengambil peranan dalam karya sastra.
2)    Tokoh datar ialah tokoh yang hanya menunjukkan satu segi, misalnya baik saja atau buruk saja. Sejak awal sampai akhir cerita tokoh yang jahat akan tetap jahat.
3)    Tokoh bulat adalah tokoh yang menunjukkan berbagai segi baik buruknya, kelebihan dan kelemahannya. Jadi, ada perkembangan yang terjadi pada tokoh ini.

Contoh :
“Oh tidaaaakkk. Ini aneh. Perasaan aneh. Kenapa aku selalu mikirin bocah tengil yang selalu berbaju lusuh itu?? Andre. Yah namanya andre.  Bocah tinggi, kurus karena keseringan nge-drugs dan kecanduan rokok itu, rambut yang acak kadut, bocahyang selalu datang pada saat gerbang sudah ditutup. Pinter karate juga. Tapi baunya wangi. Yah bener setiap Andre berjalan melewatiku aku mencium bau khas Andre. Baunya yang khas yang serasa menusuk hidungku. Bau yang selalu ingin aku hirup selalu di tengah seragamnya yang tampak lusuh. Ahh tapi kalau mau ndapatin andre, aku harus bersaingan sama nenek lampir. Ifah. Iya gadis barwajah aneh itu memang jahat. Buktinya aja seminggu yang lalu gurunya aja, Bu Sari dibentaknya karena Bu Sari menegur Ifah memainkan hapenya saat jam pelajaran berlangsung. Idiihh merinding.. “




Analisis
Tokoh protagonis: tidak ada
Tokoh antagonis: Ifah
Tokoh utama: Andre
Tokoh datar: Ifah
Tokoh bulat: Andre

Perbedaan antara Tokoh utama dan tokoh tambahan dala cerita fiksi:



Tokoh utama
Tokoh  Tambahan

1) tokoh tersebut sering muncul

1) tokoh yang mendukung tokoh utama

2) tokoh yang sering diberi komentar.

2) tokoh yang hanya diberi komentar





PENOKOHAN
Albertime Minderop dalam  mengartikan penokohan sebagai karakterisasi yang berarti metode melukiskan watak para tokoh yang terdapat dalam suatu karya fiksi. Adalah watak karakter tokoh cerita yang dipaparkan oleh pengarang.

Penokohan biasanya ditampilkan pengarang, melalui:

1.     Pengarang langsung menyebutkan tokoh
Contoh
Gadis itu memang durhaka. Kerap kali aku mendengar ibunya dibentak bentak. Diperlakukan tak layak seperti ibu. Suatu sore aku melihat Ririn, gadis itu tidak mengakui ibunya yang bertaruh jiwa demi kelangsungan Ririn kepada Arif, pacarnya. Sungguh tega. Naudzubillah..
2.     Penggambaran fisik tokoh
Contoh:
Saat berjalan didepanku, tercium bau wangi. Terlihat sangat jelas otot lengannya yang begitu jelas. Matanya yang tersorot padaku. Tajam. Rambutnya diwax keatas, mirip artis muda Justin Bieber. Alisnya tebal panjang. Kulitnya bersih tanpa ada jerawat. Pantas saja, Lili, kapten Chersleaders sekolah menjerit histeris saat Angga berjalan menyapanya. Ohh Angga semenit saja berlalu, ahh dasar masa lalu.

3.     Apa yang dibuatnya
Contoh
Ronald, ketua OSIS sekolah. Masya Allah gantengnya. Meskipun saat dipelajaran dia tidak begitu greget, tapi pada saat berpidato, suaranya yang ngebass, pandangan jauh lurus kedepan. Yaa ampuuunn.. Apalagi pada saat memimpin, bijaknya dalam mengahadapi masalah, cepatnya ia tanggap menghadapi masalah, bikin aku ngeri saat berbicara kepadanya.

4.     Ucapan ucapan tokoh
Contoh
Anakku sayang, kalau udah gede nanti jadi apa yang kamu cita citakan ya. Jadi kebanggaan ibu nak. Jangan nyusahkan ibu mirip kakakmu. Kamu harus jadi laki laki yang mampu menghargai wanita kelak nak. Jadi pria yang gagah, namun tetap jadilah pengemis cinta dihadapan dewimu nanti. Busungkan dadamu untuk menakut nakuti musuhmu nanti”. Ku lihat istriku berbicara kepada anaknya yang tertidur pulas. Dan sesekali menyeka air matanya

5.     Apa yang dikenakannya
Contoh
Anggra. Yah Anggra. Setiap hari ia dimarahi ibunya. Bagaimana tidak ia adalah anak band beraliran hardcore. Gayanya yang kurang lebih seperti preman. Wajahnya yang penuh tindik. Rambutnya tegak berdiri keatas dengan wax berbau aneh. Bajunya yang selalu hitam menampakkan ketiaknya. Celananya yang comprang dibagian dengkulnya memang sengaja dirobek panjang. Kalung rantai besar selal tampak dilehernya. Gelang cincin berwarna hitam. Baunya khas bau rokok. Ugh tidak mau dekat dekat.



Menceterikan Ulang Cerpen : “Surat Untuk Wai Tsz”
          Cerpen ini menceritakan tentang persahabatan empat orang mahasiswi yaitu ; Nadhira, Wai Tsz, Finn, dan Maria. Mereka berasal dari negara yang berbeda-beda. 14 tahun yang lalu mereka berjanji tidak akan menikah sebelum mencapai cita-citanya masing-masing. Finn yang berasal dari Denmark bercita-cita persamaan hak laki-laki dan perempuan, Maria yang berasal dari Filipina menginginkan  perubahan baru di Negaranya, begitu juga Nadhira yang berasal dari Indonesia dan Wai Tsz yang berasal dari Cina menginginkan hal yang sama. Mereka mengirim surat untuk tetap bisa saling berhubungan satu sama lain. Namun Wai Tsz sejak peristiwa Tiannanmen tidak pernah  mengirim surat, kecuali pada surat terahirnya ia men­gatakan pada Nadhira untuk menolongnya dengan sebuah tulisan karena Nadhira adalah seorang wartawan. Namun, Nadhira sebagai warawan sangat malu karena ia merasa menjadi orang paling sok tau tentang sebuah berita yang sebenarnya tidak ia ketahui. Nadhira merasa ratuasan wartawan yang meliput pemberitaan di Cina hanyalah sebuah kompetisi untuk meraih piala Pulitzer.
Analisis cerpen “Surat untuk Wai Tsz
            Ada tiga jenis tokoh bila dilihat dari sisi keterlibatannya dalam menggerakan alur, yaitu:
1.     Tokoh Sentral
Penulis.
Wai Tsz
2.     Tokoh bawahan
Maria, Finn,
3.     Tokoh Latar
Tidak ada.

Dilihat dari sifat tokoh, ada dua jenis tokoh, yaitu:
1.     Tokoh protagonis
Finn:
Bukti: Paragraf ke-3
Maya
      Bukti: Paragraf ke-4
2.     Tokoh Antagonis
Penulis
      Bukti: Paragraf ke-10

Tokoh juga terdiri atas beberapa jenis, yaitu:
1.     Tokoh Utama:
Wai Tsz
2.     Tokoh datar:
Finn, Maya
3.     Tokoh Bulat
Penulis
PENOKOHAN

1.     Pengarang langsung menyebutkan tokoh
“... keadaan ini, ternyata membuat kami melupakan banyak hal dalam kemanusiaan. Misalnya, jika kami sedang membicarakan tentang sebuah peperangan di negara lain pada saat rapat perencanaan, kami duduk bagai sebuah kelompok komentator bola yang sok jago, yang melecehkan salah satu pemain yang begitu ‘goblok’ sembari menggigit ayam goreng dan tertawa cekakaan,...” (Paragraf ke-10)
2.      Penggambaran fisik tokoh
“...Finn, teman sekamar kita, Putri Salju berambut panjang pirang dan bermata biru itu, meletaakkan misi hidupnya di sekitar bintang Andromeda...” (Paragraf ke-3)
3.     Apa yang dibuatnya
Tidak ada.
4.     Ucapan ucapan tokoh
“...yang kuinginkan adalah persamaan hak lelaki dan perempuan. Kukira itu sebuah cita cita yang berlaku bagi semua”. (Paragraf ke-3)
5.     Apa yang dikenakannya
Tidak ada.


Bernomor Punggung 6

                       Yappp Evan Dimas. Captain dari Tim Muda Indonesia ini berasal dari tim ijo, eh bukan berarti tim adiwiyata loh yaa *mentangmentang. lupakan. maksutnya tim ijo dikarenakan seragam kebesarannya itu berwarna alam yaitu ijo. Hijau. biasa ane dari Pasuruan. Hijau berarti ijo. Oke lanjut. Remaja unyuk, lucu, gesit, mungil, kurus, keren dan sebagainya ini lahir dari orang tua Bernama Bapak Condro Darmono dan ibu Ana. awalnya ibunya si bang evan ini ga ngebolehin i bang evan main sepak bola. alasannya yawes gitulah. lah ada cerita mengharukan nih, dulunya evan pengen beli sepatu, tapi karena ada keterbatasan ekonomi, akhirnya ga dibeliin tuh sampek nangislah evannya. tapi sekarang udah bisa beli sendiri :) tapi tetep jadi evan yang dulu yaaa :D


                    Evan lulus dari SMA Shafa Lontar Citra Surabaya, lah saya dari SMAN 1 Bangil *gananya. pas kelas 4 SD evan udah masuk ke SSB tuh. entah apa namanya.sampek besar sampek masuk Timnas. dan manisnya sudah terbukti. haahha :D

Nama Lengkap : Evan Dimas Darmono
 Alias: Evan Dimas 
Tempat Lahir: Surabaya 
Tanggal Lahir: 13 Maret 1995 
Zodiac : Aries
 Kebangsaan: Indonesia
 Posisi  Gelandang 
Ayah: Condro Darmono
 Ibu: Ana





SEPELE TAPI BERMANFAAT



Peneliti dari Ben-Gurion University of the Negev (BGU) melakukan studi pertama kali mengenai manfaat lagu yang dinyanyikan sambil bertepuk tangan.
Peneliti menemukan tepuk tangan dapat membantu melatih keterampilan motorik anak sehingga dapat menghasilkan tulisan tangan yang rapi, menulis dengan lebih baik serta sedikit membuat kesalahan ejaan.
Dr Warren Brodsky, seorang psikolog musik yang mengawasi disertasi doktor ini mengungkapkan kegiatan tepuk tangan dapat melatih otak dan mempengaruhi perkembangan daerah otak yang lainnya.
Manfaat lainnya adalah anak-anak diajarkan melatih integritas sosialnya dengan teman-teman yang lain, sehingga kemampuan sosialisasinya lebih baik.
Dalam studi ini, Dr Sulkin dan tim pergi ke beberapa kelas sekolah dasar dan memberikan pelatihan lagu sambil bertepuk tangan. Hal ini dilakukannya selama periode waktu 10 minggu.
Selama penelitian, Dr Sulkin turut bergabung dengan anak-anak untuk bernyanyi. Hal ini untuk melihat apakah anak-anak merasa terhibur dan terpesona dalam menyanyikan lagu sambil bertepuk tangan. Kegiatan ini ternyata menjadi salah satu hiburan bagi anak-anak sekolah dasar.
“Dalam waktu yang singkat tersebut, anak-anak memiliki kemampuan kognitif yang baik serta membantu kemampuan motoriknya dalam melakukan aktivitas. Karena itu sebaiknya hal ini masuk dalam pendidikan untuk anak usia 6-10 tahun dengan tujuan meningkatkan kemampuan motorik dan kognitifnya,” ujar Dr Sulkin.
Dr Sulkin menambahkan lagu anak-anak yang dinyanyikan sambil bertepuk tangan ini biasanya dibawakan oleh anak-anak hingga usianya 10 tahun.
Jika diamati, maka kegiatan ini sangat berfungsi sebagai acuan untuk mengembangkan dan meningkatkan kebutuhan emosional, fisiologis, sosiologis dan kognitif anak-anak hingga ke tahap pertumbuhan berikutnya. 

sumber : http://4nak1ndonesia.wordpress.com/2010/10/27/tepuk-tangan-tingkatkan-kecerdasan-anak/

My Sweet 16th 12month 3days



Yepp.. My Sweet 16th 12month 3days not my sweet seventeen. Well pake bahasa Indonesia aja yaa.. kan sudah memasuki bulan agustus. nasionalisme dong

Oke.berawal dari ajakan temenku, si ibuk alias umik dan bernama panjang umi umamah itu, aku diajak ke toko asesoris perempuan Dodo Shop *nomerk. "Laa diajak cipluk, nyari hadiah ke Dodo Shop.nah disini gua ngerasa tumben amat cipluk nyari sesuatu di Dodo Shop. perasaan tuh anak paling anti deh sama asesoris cewek apalagi gelang. namun aku tak menghiraukannya. tanpa pikir panjang aku meng-oke-inya.

Teeett teteteeteeeett.. sebenernya sih gabunyi gitu bel sekolahku. kalau anak anak banyak yang berhamburan keluar sih, yaa berarti pulang."il, ntar temenin sampai ketemu barangnya". Ujarnya sambil nyubit lengan kanan atasku. "mau nyari apa sih?". "Ada deh. ayok naik". tanpa sasisuseso aku naik ke punggungnya, eh salah ke sepedanya. saat itu ada nia, adel yang berboncengan dengan mita. aku, dian dibonceng cipluk. sedangkan umik ngontel. haha biaasa adiwiyata.

In Dodo Shop. Ini mulai aneh, cipluk yang mengajakku ke tempat beginian, malah dianya ga masuk tokonya. katanya nyari sesuatu. namun bodoh amatlah, toh ada nia, sama mita, yang nemenin aku masuk kedalam. lamaaaaa badaaaai cipluk ga masuk kedalam. Anehnya lagi, intan tidak memperbolehkan aku pulang. SMS sms yang masuk yang semula dari Aris, kini berubah jadi Intan, adek sepupu dari si Aris. Smsnya sedikit alay. Dan terus menerus melarang aku pulang. Namun aku sama sekali tak curiga sama dia, karena memang dia mau membicarakan rencana kami semula yaitu buber. Buka bukaan bersama. Eh maksudnya buka puasa gitu *nojorok


This is the show time.berawal umik memanggilku “neng, ditunggu Intan”. Okelah aku mengekor di belakang umik. Daaan aku melihat gadis mungil duduk diatas sepeda motor. Dan itu dia Intan sedang duduk bersama cipluk. Bulek iya bulek. Aku melihatnyaa berjalan kearahku. Tidak dia berjalan kebelakangku. Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaann *ambilnapaaas Byoorrrr byorrr byooorr. Seolah tubuku menjadi putih yang disebabkan hantaman berjuta juta butir tepung *maafalay. Aku sempat ngerasa ada mengalir panas dipunggungku. Air yaa air. Huwaaaa tubuhku basaaah kuyup.

“Trus aku pulaang gimaanaa”. Triakku sambil mengadah keatas. Seperti film transformer yang telah menemukan kuncinya yang beribu ribu tahun bersembunyi. Semuanya tertawa puas. “del,pulang naik apa?”. Tanyaku pada adel. Gadis putih berdarah sunda itu. “aku ga pulang :P”. Lah terus??


Cipluk mengambil alih semua perhatian kami. Seolah dia MC dari acara ini. “inilah jawaban dari pertanyaan mu tadi il”. Jeeeeeng jeeeeeeng keluarlah Aris. Hahaa iya Aris keluar dengan jalan khas sangkuknya. Sontak saja aku teriak seperti melihat hantu hantu di acara televisi. Dia mulai mendekat. Mulai dekat mulai dekat *ngiklanlaagi-__- Well akhirnya kami memang sudah dekat. Namun kue tart yang berwarna ungu dan berhias mawar merah lengkap dengan warna daun yang hijau ditengahnya memisah jarak antara kami. Aku gugup. Bangeeeeeettttt. Guggguup badaaaai. “ayok buat do’a lalu tiup lilinya”. Ohh aku masih sadar. Aku masih bisa denger suara aris tadi. Aku juga masih bisa melihat Intan yang berubah profesi menjadi seorang photograper dadakan.

Simpel do’aku. Kabulkan semua doa baik untukku. Kabulkan juga doa para sahabatku. Bahagiakan mereka Ya Allah. Juga jaga kesehatan ibuku. Aku meniup lilinnya. Eitss ini masih belum selesai. Beberapa dari mereka masih mencolek pipi tembemku dengan krim kue tart ini. Selepas dari itu, aris memberi hadiah. Jam tangan bulat berwarna ungu, dengan hiasan jam berbentuk wajah dengan alis sangat tebal. Dia memasangkan itu pada tulang hastaku. Dia sangat gugup. Terlihat dari tangannya yang seperti kakek kakek. Tremor.

Intan menyuruhku berfoto dengan aris. Aku merasakan rambatan detak jantung aris yang sangat cepaaaat ke lengan atasku yang menempel didada aris. Namun aku tak berfoto dengan sahabat”u. Entah. Cipluk tidak menyukainya. Aku sudah menawarkan untuk berfoto bersama, namun mereka hanya nampak diam. Tampak dari ekspresi mereka puas beuuud mengglepungi aku yang apabila diceploki telur trus di oven beberapa menit sudah berbubah jadi kue manusia yang manis. Eh *noprotes


Untuk pulangnya aku dibonceng aris. Untuk itu ini akan jadi rahasiaku sama aris. Intinya kami tak melakukan hal aneh kok. Aku hanya bercanda sepanjang jalan, mengeluh kedinginan sepanjang jalan. Dan mencuim bau wangi :D dan sampai dirumah :P

Puisi Akrustik

Contoh puisi akrustik lagi :D

Kasih tak sampai

Andai hati dapat berbicara
Nurani yang selalu menggambar senyummu
Dalam jiwa yang terukir nama
Raga yang bergetar bila mendengar suaramu
Ingatan yang hanya berpusat pada pandangan mata
Ada sejumput kata cinta untukmu
Namun enggan untuk memulainya
Siapa mengerti tentang rasa itu
Yapp aku sedang jatuh cinta
Andai rasa ini sama persis denganmu
Hidup akan lebih bercahaya

PUISI AKRUSTIK

Contoh puisi akrustik

PELANGI
Pelangi ditengah malam
Elok bercahaya tak terlihat
Langit yang tak berwarna
Angannya yang selalu terawang awang
Gadis kecilmu menangis tak tertawa

Inginkan asupan lembut tak bercahaya

PACAR BARU AYAH part1

“bu, kok ibu pucat?”. Kataku sambil menenggak es teh yang memang siang itu memang terik. “Cuman perasaanmu saja. Ibuk sehat”. Ujarnya sambil mengelap meja yang basah karena es tehku. Namun ini bukan perasaanku saja. Wanita paruh baya itu yang saat ini sedang memakai baju berlengan panjang, bercorak pink magenta dengan renda putih dilehernya itu memang terlihat sakit sejak 2hari yang lalu. Dalam kurun 2hari ini, wanita yang sangat aku banggakan itu tidak pernah kulihat makan nasi. Mungkin itu yang menyebabkan wajahnya pucat pasi.

Setibanya aku berkumpul dengan teman temanku dirumah Vivi. Rumah yang mempunyai latar lebar dan ditemani pohon pohon rindang disana. Sehingga se-tinggi apapun suhunya, tetap seperti seperti dikulkas. Aku yang ditemani Aris, cowok yang mengaku bahwa dirinya menganggap aku lebih dari sekedar teman, atau yang bisa disebut TTM itu memakai kaos jersey Barcelona. Riski, cewek imut berambut hitam panjang yang sengaja digerai dengan pita rambut yang disematkan dirambut kanannya tiba tiba melontarkan sebuah pertanyaan yang cukup mengagetkan nyawa nyawa disekitar. “Laa, kenapa sih kamu kok pakek kerudung. Bukannya cuaca sedang puanas yaaa?”. Tanyanya sambil kipas kipas. Aku yang memang disana memakai celana hitam dipadukan dengan kaos tribal merah berlengan panjang dengan kerudung pink yang sedikit pucat. “Oh, karena kita istimewa”. Jawabku sambil memasang muka sok lucu. “hah?”. Tanyanya heran. “Karena wanita itu istimewa. Karena kita istimewa, kami tidak mau memamerkan keistimewaan kita”. Jawabku santai. “bisakah kamu memberi kita sedikit motivasi agar aku bisa berkerudung?”. “perubahan itu penting. Namun kita berubah itu perlu proses. Aku dulu sangat dipaksa pakek kerudung sama ayah. Sampek pernah dipotong pendek nih rambut. Tapi sekarang yaa nyadar nyadar sendiri”. Jelasku pnajang lebar, yang hanya menghasilkan muka mereka datar dan manggut manggut tak jelas.

Seperti it aku membanggakan ayah. Bahkan aku sering memamerkan kesamaan kami kepada teman temanku yang juga sering bercerita tentang sosok pemimpin ayah mereka. Bahkan tak jarang aku juga menceritakan tentang kehebatan dan cerita kekonyolanku kepada Aris. Hal itu yang pernah membuat Aris kengen dengan ayahnya yang beberapa bulan lalu mengahadap Tuhan. Aku hanya merasa hanya ayah yang sering mengantarkanku kemana aku inginkan. Karena ibu tidak bisa mengendarai sebuah motor. Yaaah.. jadi kemana mana yaa sama ayah doang. Rekatnya juga sama ayah doang. Tapi tetep bobok siang sama ibuk.

Semua hari adalah hari baik. Entahlah aku tidak merasa ada kejanggalan dengan hari ini. Aku hanya merasa bahagia karena semalam aku pulang dari rekreasi kelas dari Malang.  Aku yang saat itu baru saja pulang dari tempat kursusku, melihat ibuku bercucuran air mata. bersambung..